Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Self Efficacy Pada Mahasiswa Ueu Yang Sedang Menyusun Skripsi

Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Self Efficacy Pada Mahasiswa Ueu Yang Sedang Menyusun Skripsi

Deskripsi:

MARISA NAROLITA ANASIA. 2011. Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Self Efficacy Pada Mahasiswa UEU Yang Sedang Menyusun Skripsi. (Dibimbing oleh Dra.Winanti Siwi Respati, M.Si., Psi dan Sri Handayani, SE, AK, MM). Skripsi merupakan suatu tugas yang disusun mahasiswa sebagai bukti pembelajarannya selama menempuh pendidikan strata satu. Dalam proses penyusunan skripsi mahasiswa akan menghadapi berbagai kendala ataupun masalah yang berbeda-beda dan keyakinan yang bisa berbeda-beda untuk menghadapinya. Hal tersebut akan mempengaruhi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan skripsi. Saat menghadapi kendala tersebut terkadang mahasiswa menerima bantuan dari lingkungan di sekelilingnya, sehingga dapat mempengaruhi keyakinan mahasiswa ketika menghadapi kendala dalam menyusun skripsi. Dari permasalahan tersebut, peneliti ingin menguji hubungan antara dukungan sosial dan self efficacy pada mahasiswa UEU yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eksperimental, dengan menggunakan teknik statistik korelational. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa/i Universitas Esa Unggul yang sedang menyusun skripsi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disusun sendiri oleh penulis berdasarkan teori Dukungan Sosial dari Sarafino (2002) dan Self Efficacy dari Bandura (1995). Uji validitas menggunakan Pearson Product Moment dan Uji Reliabilitas menggunakan Alfa Cronbach dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,932 untuk variabel dukungan sosial dan 0,935 untuk variabel Self Efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa UEU yang sedang menyusun skripsi cenderung menerima dukungan sosial yang terkategori tinggi dan self efficacy yang cenderung terkategori rendah (jumlah mahasiswa yang memiliki self efficacy tinggi juga tidak sedikit). mahasiswa yang cenderung menerima dukungan sosial tinggi terdapat pada mahasiswa laki-laki dan perempuan; IPK mulai dari 3.01−4.00; jenis penelitian lapangan dan studi pustaka; memiliki kelompok pertemanan; menyusun skripsi selama 1 dan 2 semester; berasal dari fakultas ekonomi, hukum, psikologi dan teknik. Sedangkan mahasiswa dengan dukungan sosial rendah terdapat pada mahasiswa dengan IPK mulai dari 2.01−3.00; tidak memiliki kelompok pertemanan; menyusun skripsi selama 3 dan 4 semester; bersal dari fakultas desain, ilmu komunikasi, ilmu komputer, dan ilmu kesehatan. Mahasiswa yang memiliki self efficacy yang tinggi terdapat pada mahasiswa laki-laki; IPK mulai dari 3.01−4.00; jenis penelitian lapangan dan studi pustaka; memiliki kelompok pertemanan; menyusun skripsi selama 2 dan 4 semester; berasal dari fakultas ekonomi, hukum, psikologi dan teknik. Sedangkan mahasiswa yang memiliki self efficacy rendah terdapat pada mahasiswa perempuan; IPK mulai dari 2.01−3.00; menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif; tidak memiliki kelompok pertemanan; menyusun skripsi selama 1 dan 3 semester; bersal dari fakultas desain, ilmu komunikasi, ilmu komputer, dan ilmu kesehatan. Dengan koevisien korelasi sebesar 0,982 dengan sig = 0,000 < 0,001, artinya ada korelasi positif yang tinggi dan signifikan antara dukungan sosial dan self efficacy pada mahasiswa UEU yang sedang menyusun skripsi. Jadi semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi juga self efficacy dan sebaliknya. Penulis :

MARISA NAROLITA ANASIA ( 200771053 )

Download : 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *