Universitas Esa Unggul dan Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Gelar Industrial Talk: Millenial Industry For Indonesia 4.0

Universitas Esa Unggul dan Ikatan Sarjana Teknik dan Manajemen Industri Gelar Industrial Talk: Millenial Industry For Indonesia 4.0

Bersalaman (Dari Kiri) Perwakilan Menteri Perindustrian, Haris Munandar, Ketua ISTMI, Ir. Faizal Fasa, M.Sc,IPU, dan Rektor Universitas Esa Unggul, Dr.Ir. Arief Kusuma, M.B.A.

Esaunggul.ac.id, Perkembangan industri di Indonesia yang telah masuk ke era Industri 4.0 membuat banyak perubahan yang terjadi dalam berbagai bidang baik sosial, budaya, maupun Ekonomi. Kesiapan SDM di Indonesia sangat penting untuk ditingkatkan mengingat dalam Industri 4.0 ini, Sumber daya Manusia Indonesia tidak lagi bersaing dengan sesama manusia namun harus meningkatkan kompetensi agar tidak tergantikan oleh mesin.

Menyikapi hal tersebut, Universitas Esa Unggul dan Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia (ISTMI) bersama-sama dengan Indonesia Industrial Club menggelar Industrial Talk bertajuk “Millenial Industry For Indonesia 4.0” di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Kamis (28/03). Acara ini sendiri dihadiri oleh sejumlah pemangku kebijakan, pelaku industri Indonesia dan Perguruan Tinggi, di antaranya Rektor Universitas Esa Unggul, Dr.Ir. Arief Kusuma, M.B.A dan Ketua Umum ISTMI Ir. Faizal Safa, M.Sc, IPU.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Esa Unggul, Dr.Ir. Arief Kusuma, M.B.A mengatakan Industrial Talk : Millenial Industry for Indonesia 4.0 menjadi sangat penting digelar sebagai tonggak dan tantangan manusia Indonesia dalam perkembangan teknologi yang makin pesat, khususnya memasuki revolusi industri generasi ke empat yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet of Things).

“Jadi tantangan di Industri 4.0 ini ialah memanfaatkan teknologi Informasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam Indonseia yang mandiri dan Maju, untuk itu seluruh daya baik pikiran maupun tenaga perlu dimaksimalkan dalam menjawab tantangan ini,” Ucap Arief saat memberikan sambutan pembuka dalam seminar.

Sementara itu, Ketua Umum ISTMI Ir. Faizal Safa, M.Sc, IPU menambahkan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia memiliki peran yang strategis dalam menentukan arah pembangunan Nasional melalui peningkatan Kompetensi dalam memadukan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Dirinya pun melanjutkan Kepedulian akan kebangkitan dan Kesiapan Industri Indonesia sebagai pendukung stabilitas Ekonomi merupakan agenda Utama ISTMI yang didukung oleh UU Keinsyiuran dan Program Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional. ISTMI mengajak Pemerintah menetapkan garis2 besar haluan industri milenial sebagai backbone pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Peran Strategis kami dalam menyongsong Industri 4.0 ini ialah meningkatkan kualifikasi kami sebagai tenaga profesional agar mampu menumbuhkan penguatan dan penguasaan Pasar Industri Indonesia. Salah satunya kami (ISTMI) bersama-sama BKTI-PII melakukan sosialisasi UU Keinsyiuran dan Program Percepatan Sertifikasi Insinyur Profesional dalam penerbitan Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI)”, Ucap Faizal Safa.

Suasana Penandatanganan

Senada dengan Rektor UEU dan Ketua ISTMI, Menteri Perindustrian Airlanga Hartanto menjabarkan Pemerintah saat ini sangat gencar dalam memperkenalkan INDI 4.0 sebagai aksi percepatan industri memasuki era revolusi industri keempat. Dirinya menuturkan INDI 4.0 merupakan tools yang diterapkan pada industri untuk melakukan self assessment, sehingga industri akan tahu posisinya berada dimana dalam konteks industri 4.0.

Sejumlah Pembicara dalam Indurial Talk

Selain menyerap teknologi terbaru, Airlangga menambahkan pemerintah juga mengupayakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional dapat menyongsong era ini. Untuk itu sejumlah program peningkatan SDM dilakukan salah satunya dengan menjalankan proyek Percontohan untuk pendidikan Vokasi agar adanya Link and Match antara dunia pendidikan dan Industri.

“Penting sekali kita menyelaraskan antara dunia pendidikan dan Industri yang saat ini sangat cepat berkembang, hal ini sangat penting dilakukan mengingat SDM berkulitas berasal dari dunia pendidikan baik Vokasi maupun perguruan Tinggi. Terutama bagi para lulusan teknik dan manajemen industri daya tawarnya sangat tinggi dalam era industri saat ini, sehingga penting sekali bagi mereka untuk meningkatkan skill dan kemampuan yang dibutuhkan industri,” Pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *