Esa Unggul Gelar Seminar Tracer Study & Konseling Mahasiswa

Esa Unggul Gelar Seminar Tracer Study & Konseling Mahasiswa

Dr.drg. Sandra Fikawati, MPH memberikan Materi Saat Sosialisasi Tracer Study

Dr.drg. Sandra Fikawati, MPH memberikan Materi Saat Sosialisasi Tracer Study

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Untuk membekali para mahasiswa agar mampu beradaptasi dan bersaing di dunia kerja, Universitas Esa Unggul lewat Badan Konseling dan Alumni menggelar seminar Sosialisasi Tracer Study & Konseling Mahasiswa. Acara ini sendiri dikhususkan kepada para mahasiswa tingkat akhir dan telah lulus kuliah.

Empat pembicara pun dihadirkan dalam seminar yang berlangsung kurang lebih 3 jam tersebut diantaranya ialah Ahmad Syafi’i, PhD, Dr.drg. Sandra Fikawati, MPH, Devi R.Latif, S.IKOM dan Dra. Sulis Mariyanti, M.Psi. Salah satu pembicara yakni Kasubdit Pengembangan Karir Alumni/ Kepala CDC UI Dr.drg. Sandra Fikawati, MPH , menerangkan kepada mahasiswa penting sekali membekali diri kalian sebelum secara langsung terjun di dunia kerja.

Sandra meneruskan pembekalan yang akan diberikan selama Tracer Study salah satunya menghadapi atasan yang akan kita temui saat bekerja. Umumnya para pekerja terutama pegawai baru menghadapi tantangan pertama kali dari kemauan atasan kerja.

“Selama ini saat pertama kali bekerja kita akan menghadapi tantangan dari atasan kerja, untuk itu kita perlu mengetahui jenis-jenis atasan kerja yang akan kita temui nantinya baik dari segi kinerja mapun secara Psikologisnya,” ujar Sandra.

Suasana Saat Sosialisasi Tracer Study

Suasana Saat Sosialisasi Tracer Study

Dirinya menerangkan umumnya para pekerja yang mengalami masalah dengan atasan karena mereka tidak mengetahui karakteristik dari atasannya. Sandra mengklsifikasi berdasarkan era generasi.

“Saya mengklasifikasi berdasarkan generasi, pertama Generasi Baby Boomer umunya atasan kalian yang lahir di era ini merupakan pekerja keras dan serius, sehigga cara menghadapi atasan yang masuk generasi ini harus sabar, di generasi ini juga mementingkan kualitas dalam bekerja” terangnya.

Sandra melanjutkan klasifikasi yang kedua yakni generasi X biasanya atasan yang bertipe ini memiliki karkter menyukai kerja yang efisien. “Di generasi X ini biasanya atasan kalian, memiliki prilaku kerja yang efisien menerapkan konsep bekerja pintar dengan hasil yang bagus” ujarnya.

Sementara pada generasi selanjutnya yakni generasi Milenial dan genarasi Z umunya mereka memiliki karakteristik multitasking karena diera mereka konektivitas internet sudah masuk dan menjadi kebutuhan hidup. “Namun, di level pekerjaan generasi Milenial dan genarasi Z belum terlalu banyak yang menjadi atasan kalian, jadi kemungkinan 3-5 tahun lagi mungkin generasi ini baru akan menjadi pimpinan kalian,” ujar Sandra.

Dirinya pun berharap dari hasil Seminar dan sosialisasi Tracer Study terhadap mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa agar mengetahui suasana kerja yang nantinya akan mereka rasakan saat lulus nanti. “Yang penting sih mereka paham dan dapat menyesuaikan pekerjaan meraka nantinya, tentunya berdasarkan passion yang mereka miliki”, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *