Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Posyandu RW 012 Keluruhan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2014

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Posyandu RW 012 Keluruhan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2014

Deskripsi:

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan utama pada balita di negara berkembang termasuk di Indonesia. Dalam kehidupan sehari-hari ISPA dikenal sebagai penyakit batuk pilek. Penyakit ini sering terjadi dan sering dianggap penyakit lumrah dan tidak memerlukan pengobatan. Data Puskesmas Kel.Rawa Buaya tahun 2014 terdapat 3.063 kasus pada balita yang terkena ISPA, Dan hasil laporan yang diperoleh dari Puskesmas kel.Rawa Buaya tahun 2014 bahwa prevalensi balita yang terkena ISPA tertinggi adalah di RW 012 dengan 208 kasus dari 385 balita. Tingginya angka kejadian ISPA pada balita dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, sosial ekonomi, dan faktor pengetahuan ibu mengenai ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Pengetahuan Ibu Tentang ISPA dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Posyandu Rw.012 Kelurahan Rawa Buaya Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat 2014. Metode penelitian ini bersifat deskriptif analitik, dengan metode survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai balita di Wilayah Posyandu Cengkareng Jakarta Barat yang berjumlah 385orag dan diambil sampel sebanyak 80 orang yang dipilih secara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Chi Square. Dari hasil penelitian menunjukan 45 balita (56,3%) yang mengalami ISPA dan 35 balita (43,8%) yang tidak mengalami ISPA, 39 responden (48,8%) berpengetahuan baik, dan 41 responden (51,3%) berpengetahuan kurang baik. Hasil uji hipotesis penelitian menunjukan P= value 0,007, OR 0,288 dan 95% CL = 0,114-0,728 yang disimpulkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang ISPA dengan kejadian ISPA pada balita di Wilayah Posyandu Rw.012 Cengkareng Jakarta Barat. Perlunya ditingkatkan Promosi kesehatan atau penyuluhan tentang ISPA khususnya pada tingkat definisi dan pencegahan ISPA di rumah di pusat pelayanan kesehatan baik secara individu maupun kelompok secara berkala dengan sistem konseling dengan harapan peningkatan pengetahuan yang dimilikinya, keluarga memiliki tanggung jawab yang besar pada kesehatan dirinya, dan melakukan langkah-langkah positif untuk mencegah terjadinya penyakit.

Penulis :

Ita Puspita Sari(2013-31-109)

Download : 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *