Pelecehen Seksual Di Angkutan Umum P 100 Rute Jakarta Tangerang Ditinjau Dari Sosiologi Hukum

Pelecehen Seksual Di Angkutan Umum P 100 Rute Jakarta Tangerang Ditinjau Dari Sosiologi Hukum

Share




Pelecehen Seksual Di Angkutan Umum P 100 Rute Jakarta Tangerang Ditinjau Dari Sosiologi Hukum

Deskripsi:
Masalah kejahatan di angkutan umum, khususnya angkot bukan hal yang baru, mengingat modus yang mirip. Rangkaian kejadian kejahatan di angkot tersebut semakin menunjukkan fakta bahwa ancaman dan resiko bagi para penumpang perempuan dari berbagai tindak kekerasan, kriminalitas, pelecehan seksual hingga pemerkosaan ketika menggunakan moda transportasi umum di Jakarta bersifat nyata dan semakin meningkat. Hal ini didukung oleh kondisi sarana transportasi umum yang sangat terbatas kapasitasnya, dan belum memberikan keamanan bagi penumpang perempuan. Bentuk pelecehan seksual yang terjadi dalam bus adalah bentuk pelecehan fisik, verbal, dan visual. Oleh karena itu dalam skripsi ini akan dicoba diungkapkan mengenai apa penyebab terjadinya pelecehan seksual di transportasi umum? Dan juga apa peran pemerintah dalam menanggulangi kasus pelecehan di transportasi umum? Untuk menjawab pertanyaan tersebut penulis melakukan library research dan field research sehingga dapat dikatakan skripsi ini bersifat normatif empiris. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif terhadap empat orang informan yang merupakan pengguna jasa angkutan umum bus. Penulis melakukan wawancara mendalam kepada informan untuk memperoleh data dengan didukung pengamatan langsung di lokasi penelitian. Kesimpulan yang penulis dapatkan dalam penelitian ini adalah banyaknya faktor yang menyebabkan pelecehan di angkutan umum terjadi, kurangnya perlindungan hukum terhadap pengguna angkuta umum dan juga kurangnya pengawasan terhadap angkutan umum. Hukum harus bertindak tegas dalam menangani tindak kejahatan pelecehan seksual dan pemerintah dalam menanggulangi masalah pelecehan seksual di angkutan umum, Pemerintah melakukan pengawasan menempatkan polisi khusus di titik rawan kejahatandan, melakukan razia pada angkutan umum yang memakai kaca gelap, Pemerintah mensosialisasikan lembaga bantuan hukum untuk kasus pelecehan seksual, dan di harapkan untuk Pemerintah agar diciptakannya transportasi khusus wanita, seperti taksi khusus wanita yang sudah di terapkan di negara Malaysia.

Kontribusi :
Henry Arianto, SH, MH.

Penulis :
DIAN NOVANI ( 200841047 )

Download:


-- Download Pelecehen Seksual Di Angkutan Umum P 100 Rute Jakarta Tangerang Ditinjau Dari Sosiologi Hukum as PDF --


Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul