Ada 300 Penderita TBC di Gorontalo, DR. CSP Wekadigunawan Ajak Mahasiswa UG Ungkap Penyebabnya

Ada 300 Penderita TBC di Gorontalo, DR. CSP Wekadigunawan Ajak Mahasiswa UG Ungkap Penyebabnya

KABGOR [KP] – Mahasiswa Universitas Gorontalo (UG) Fakultas Kesehatan Masyrakat kali ini mendapat kesempatan untuk menerima materi kuliah umum dari Dr. CSP Wekadigunawan, DVM, MPH, PhD, selaku Dosen di Universitas Esa Unggul, Kamis (22/08/2019) di gedung UGCC Universitas Gorontalo.

Dengan mengangkat Tema Managemen Pengendalian TB, Wekawigunawan yang hadir juga pada pengresmian Hotel Horizon Gorontalo tersebut mengapresiasi kegiatan mata kuliah umum yang digelar oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo.

Terkait tentang gambaran managemen pengendalian TB di Gorontalo, Wekadigunawan mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi tentang angka kejadian baru Tuberculosis di Gorontalo dimana terdapat 300 penderita baru, dan di setiap tahunnya akan ada 300 penderita yang mengalami Tuberculosis, jelas Weka kepada media ini usai memberikan materi.

“Artinya ketika penderita TB makin bertambah kemudian dijumlahkan dengan prefalensi kejadian keseluruhannya maka angka dari penderita TB bisa sampai jutaan penderita TB,” ungkap Weka.

Yang perlu dilakukan oleh Pemda yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan serta para dosen di Fakultas Kesehatan Masyrakat di Universitas Gorontalo adalah mencoba menemukan penderita tersebut. “30 persen penderita tidak dapat di temukan karena gejalahnya tidak khas, oleh karena itu dirinya berharap Puskesmas dan Pemda bisa aktif mendatangi warga, dengan melihat lingkungan yang kotor, udara kurang baik apalagi berada disekitar pabrik, itu bisa terindikasi untuk diperiksa dahaknya,” ungkap Weka sambil menegaskan untuk diperiksa agar kita dapat menemukan penderita TB.

Tujuan dari materi yang dipaparkan oleh Wekadigunawan kepada peserta kuliah umum yaitu untuk mengajak mereka agar dapat bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan pemberantasan TB dengan cara “TOS” yang artinya Temukan penderitanya, Obati dan Sembuhkan, karena Indonesia sekarang sudah bersama-sama dengan badan kesehatan dunia WHO dan berkomitmen untuk melakukan eradikasi TB pada tahun 2030 nanti tuturnya.

Weka juga mengatakan, peserta kuliah umum harus dapat mengetahui apa itu Tuberculosis, penyebab dari TB, apa ciri cirinya, serta mereka juga harus tahu bahwa hanya dengan pemeriksaan dahak yang dapat membuktikan seseorang itu menderita TB.

“Ini yang paling penting diketahui oleh peserta kuliah umum,” ujarnya dihadapan mahasiswa Kesehatan Universitas Gorontalo.#[KP]

Sumber : kabarpublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *