Seminar Internasional Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Seminar Internasional Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Share


Seminar Internasional Pencegahan dan Pengobatan Kanker

Sabtu, 24 April 2010

Penyembuhan penyakit menggunakan material obat-obatan yang berasal dari alam akhir – akhir ini semakin diminati oleh Mikolog dan Farmakolog sebagai pengobatan alternatif.  Material obat – obatan dari alam selain tidak mengandung bahan kimia buatan sehingga relatif aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping pada tubuh dan tidak berbahaya bagi lingkungan. Fakultas Ilmu – Ilmu Kesehatan, Universitas Esa Unggul (FIKES UEU) menyelenggarakan Seminar Internasional “Pencegahan dan Pengobatan Kanker dengan Ganoderma” pada Jum’at, 16 April 2010 yang dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa FIKES UEU. Prof. Dr. K.K. Janardhatan, Ph.D, FILASBS sebagai pembicara dalam seminar ini mengemukakan bahwa Jamur “GANODERMA” mampu mencegah dan mengobati penyakit berbagai macam penyakit, termasuk Kanker, seperti Kanker Payudara, Prostat, dsb.

Jamur merupakan salah satu sumber daya hayati yang banyak dimanfaatkan sebagai metoda alternatif untuk pengobatan penyakit. Di Indonesia, penggunaan jamur sebagai bahan makanan dan obat-obatan tradisional telah dirangkum dan dimasukkan ke dalam tumbuhan berguna yang berkhasiat sebagai obat – obatan. Salah satu di antara jamur berkhasiat obat itu adalah Ganoderma dari suku Ganodermataceae, yang termasuk jamur kayu berpori. Ada sekitar 10 jenis Ganoderma yang berkhasiat obat. tapi hanya sedikit diantaranya yang telah diketahui masyarakat secara luas. Jenis-jenisyang paling dikenal adalah Ganoderma lucidum.

Ganoderma lucidum atau lebih dikenal sebagai lingzhi, menjadi primadona jamur berkhasiat obat sejak dua dekade terakhir ini. Para mikolog dan farmakolog berlomba – lomba meneliti kandungan senyawa aktif di dalamnya, yang potensial untuk dijadikan bahan obat-obatan alternatif. Publikasi ilmiah mengenai distribusi G. lucidum di Indonesia masih sulit ditemukan, namun dari eksplorasi mikoflora yang dilakukan oleh kebun raya di berbagai kawasan konservasi di Indonesia dari tahun 1995-2000, jenis jamur ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa (termasuk Pulau Peucang), Bali, Sulawesi, Lombok, dan Sumbawa (Koleksi Mikoflora Kebun Raya Bogor; Bogor Botanic Garden Fungal Database). Puluhan senyawa aktif bermanfaat telah diisolasi dan diekstrak dari jamur ini. Melihat kegunaaan senyawa-senyawa tersebut, tidak heran kalau lingzhi digunakan sebagai obat di berbagai masyarakat penjuru dunia.

Read More Post
Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul
Social Media Icons Powered by Acurax Wordpress Development Company