Tinjauan terhadap Keakuratan Kode Diagnosa (Katarak) Pasien Klinik Mata Rumah Sakit Medika Permata Hijau

Tinjauan terhadap Keakuratan Kode Diagnosa (Katarak) Pasien Klinik Mata Rumah Sakit Medika Permata Hijau

Tinjauan terhadap Keakuratan Kode Diagnosa (Katarak) Pasien Klinik Mata Rumah Sakit Medika Permata Hijau

Deskripsi:
Rumah Sakit Medika Permata Hijau berlokasi di JL. Raya Kebayoran Lama No.64 Permata Hijau Jakarta Barat. Rumah Sakit Medika Permata Hijau tipe C dengan kapasitas 92 tempat tidur. Jumlah pasien rawat jalan rata-rata perhari adalah sebanyak 120 orang dan jumlah pasien rawat inap adalah sebanyak 50 orang perhari. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan penulis, terdapat ketidak akuratan pemberian kode penyakit pada diagnosa katarak yang tidak sesuai dengan ICD-10. Pada kenyataannya pengkodean diagnosa rawat jalan dan rawat inap belum optimal dikarenakan jumlah kunjungan rawat jalan sebanyak 250 orang perhari dan rawat inap dengan jumlah sebanyak 50 orang perhari, sedangkan petugas Rekam Medis adalah 1 orang yang mengerjakan pengkodean dengan latar belakang pendidikan D-III Rekam Medis. Dari hasil penelitian diagnosa katarak pada klinik mata, Rekam Medis yang telah selesai dikoding langsung disimpan kembali kedalam rak penyimpanan, agar Rekam Medis tidak menumpuk dan tercecer sehingga tidak menghambat untuk proses pengambilan Rekam Medis. Dalam penelitian ini penulis ingin mengidentifikasi Standar Prosedur Operasional (SPO) pemberian kode penyakit pada diagnosa katarak pasien klinik mata di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, keakuratan pemberian kode penyakit diagnosa katarak pada klinik mata dan faktor-faktor penghambat yang berkaitan dengan keakuratan kode penyakit diagnosa katarak pada klinik mata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, Populasi dalam penelitian ini adalah rekam medis pasien rawat jalan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta yang kembali dari ruang perawatan setelah pasien pulang/selesai menjalani perawatan periode 1-31 Desember 2013. Pada hasil penelitian penulis terhadap keakuratan diagnosa utama yaitu sebesar 15 (62,5%), diagnosa akhir 15 (62,5%). Dari 24 rekam medis yang terdapat diagnosa komplikasi 9 (75%). Faktor-faktor penghambat yang berkaitan dengan keakuratan kode penyakit diagnosa katarak pada klinik mata adalah dokter tidak menulis diagnosa secara terperinci, dokter menggunakan istilah singkatan dalam penulisan diagnosa, tulisan dokter kurang jelas dan tidak bias dibaca. Penulis menyarankan keakuratan pada kode penyakit diagnosa katarak pada klinik mata lebih ditingkatkan karena diagnose merupakan diagnosa yang ditegakkan dengan melalui berbagai pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan radiologi. Diagnosa merupakan dasar penangihan biaya perawatan atau klaim. Kepustakaan 9 : (1994-2013 )
Penulis:
REFKA MARSIDAH NINGSIH ( 2011-36-049 )
Download:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *