Tiga Mahasiswa Esa Unggul Perkuat Indonesia di Asian Games 2018

Tiga Mahasiswa Esa Unggul Perkuat Indonesia di Asian Games 2018

 

Lima Mahasiswa Esa Unggul yang memperkuat Indonesia di Asia Games

Lima Mahasiswa Esa Unggul yang memperkuat Indonesia di Asia Games

Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul kembali mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk memperkuat Indonesia di ajang multinasional Asian Games. Kali ini lima mahasiswa Esa Unggul yakni Abraham Damar Grahita mahasiswa Fakultas Teknik, Kadek Pratita Citta Dewi dan Delaya Maria dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Dwi Rahayu Pitri Fakultas Ilmu Komunikasi berkesempatan membela Indonesia di ajang lima tahunan tersebut.

Lima mahasiswa Esa Unggul tersebut memperkuat indoneisa di cabang olahraga yang berbeda, empat diantaranya yakni Abraham Damar Grahita, Kadek Pratita Citta Dewi, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan Delaya Maria memperkuat Timnas Basket Indonesia. Sementara Dwi Rahayu Pitri memperkuat Indonesia di cabang Soft Tenis. Sebetulnya, pemanggilan lima mahasiswa Esa Unggul untuk masuk dalam jajaran atlet Indonesia telah lama diperhitungkan, seperti Abraham dan Citta mereka telah lama langganan Timnas Basket Indonesia bahkan mereka menyumbangkan medali di SEA Games 2016 lalu.

Sementara Dwi Rahayu Pitri menjadi salah satu punggawa Tim Soft Tenis Indonesia di sejumlah ajang Internasional dan berhasil memboyong banyak penghargaan serta medali dari penampilannya di Soft Tenis. Dirinya bahkan sempat membela Indonesia di ajang Asian Games di Incheon Korsel 2014.

Konsistensi itu Penting

Menurut Dwi Rahayu salah satu hal kunci sukses dirinya bisa membela Timnas Indonesia dan memboyong penghargaan serta medali di ajang Internasional ialah konsistensi dan kerja keras dalam mencapai tujuan. Meskipun disibukan dengan sejumlah tugas kuliah yang bertubi-tubi namun dirinya tidak gampang menyerah dan bermalas-malasan.

Dwi Pitri saat Berkegiatan bersama dengan Tim Soft Tenis Indonesia

Dwi Pitri saat Berkegiatan bersama dengan Tim Soft Tenis Indonesia

Gadis berkacamata ini mengatakan saat dirinya menjadi seorang mahasiswa ia harus Pintar-pintar dalam membagi waktu, tak jarang dirinya selalu bertanya kepada teman-teman sekelas perihal materi Mata kuliah demi mengejar ketertinggalan pelajaran.

“Harus pintar-pintar sih membagi waktu, apalagi skrg saya sedang skripsi juga, untungnya masih ada teman-teman yang mau membantu menjelaskan materi-materi yang belum saya dapatkan, Capek ya pasti capek dan harus niat juga sih sebenarnya, Yaa… susah-susah gampang,” ujar Dwi di Universitas Esa Unggul, Jumat (03/08/2018).

Dalam berprestasi dirinya pun mengusahakan untuk menguatkan mental dalam bertanding. Mental dalam bertanding yang didapatkannya ini dilatih melalui banyaknya jam terbang selama berlaga di sejumlah ajang internasional. Dirinya pun mengingatkan bahwasanya musuh terbesar kita dalam meraih prestasi ialah diri kita sendiri, apakah diri kita mau berusaha maju atau sebaliknya.

“Kunci berprestasi selanjutnya ya harus disiplin, harus bisa membagi waktu, siap menerima apapun itu kalah atau menang kita harus lapang dada, harus mempunyai mental yg kuat juga. Lawan terberat sebenarnya itu ialah diri kita sendiri. Jangan mudah puas dengan hasil yang kita capai. Tetap terus evaluasi sama hasil kerja kita sendiri,” ucapnya.

Gadis peraih medali di The 11th Soft Tennis German Open 2018 berpesan untuk para mahasiswa baru harus mampu memanfaatkan kesempatan dalam berprestasi di segala bidang, bukan hanya berprestasi di bidang akademik namun juga bisa berprestasi di bidang non-akademik. Karena sejumlah prestasi yang akan kita dapatkan nanti bukan hanya dirasakan saat ini, namun pengalaman dalam berkompetisi menjadi modal kita mengarungi kehidupan terutama selepas lulus kuliah

“Pesan saya untuk mahasiswa UEU, mereka jangan hanya mengejar nilai secara akademik saja namun harus mempunyai prestasi diluar kampus seperti olahraga, kesenian dan lainnya, Karena ini bisa menjadi bekal mereka nanti jika sudah lulus dan bekerja. pengalaman selama berkompetisi menjadikan mental terasah dan mampu memaksimalkan skill. karena ketika kita mempunyai bakat tertentu di luar bidang akademis orang lain sangat menghargai itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *