Menristek Dikti Apresiasi Acara Rembug Nasional di Universitas Esa Unggul

Menristek Dikti Apresiasi Acara Rembug Nasional di Universitas Esa Unggul




Rektor Universitas Esa Unggul Duduk Bersama Dengan Menristek Dikti Muhammad Nasir

Rektor Universitas Esa Unggul Duduk Bersama Dengan Menristek Dikti Muhammad Nasir

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad nasir, memuji penyelenggaran Rembug Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) di Universitas Esa Unggul. Hal ini diungkapkan oleh Nasir saat membuka acara tersebut pada 29 November lalu.

Nasir yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Dipenogoro ini mengatakan perhelatan Rembug Nasional APTISI di Esa Unggul merupakan momentum peningkatan kualitas Perguruan Tinggi di Indonesia dalam hal ini meningkatkan metode pembelajaran di Era Digital Disruption.

“Saya ingin mengapresiasi Acara Rembug Nasional di Esa Unggul, ini merupakan momentum bagi pendidikan tinggi di Indonesia untuk berbenah menatap era digitalisasi dan otomatisasi yang saat ini perkembangannya sangatlah cepat,” ujar Nasir di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat (06/11/2017).

Suasana Saat Diskusi Panel Aptisi

Suasana Saat Diskusi Panel Aptisi

Nasir menambahkan, mengantisipasi tren ekonomi yang disruptif seperti sekarang, antisipasinya adalah dengan menciptakan pendidikan berbasis kompetensi. “Perguruan tinggi di Indonesia harus antisipasi ini agar tak kalah bersaing. Kebijakan-kebijakan pemerintah tentang distance learning sedang disiapkan. Indonesia punya 4.539 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa 6,8 sampai 7 juta,” Ucapnya.

Dia menambahkan, daya saing bangsa kita masih rendah, itu hal dominan yang harus kita perhatikan. Global competitiveness Indonesia masih rendah karena skill worker (tenaga kerja terampil sesuai kualifikasi) terbatas, dan ada problem di inovasi.

Senada dengan Menristek, Rektor Universitas Esa Unggul Dr.ir. Arief Kusuma, M.B.A menerangkan di era Digital Disruption tantangan Perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berorientasi pada perkembangan teknologi menjadi catatan yang harus segera dibenahi.

“Para lulusan Perguruan Tinggi harus dibekali oleh kemampuan akademisi yang baik, namun harus mampu menempatkan diri pada era digitalisasi, bisa dilihat munculnya beragam profesi-profesi baru akibat dari Digital Disruption ini dan profesi-profesi lama yang menjadi incaran semakin menghilang,” tuturnya.

Suasana Saat Rembug Nasional APTISI

Suasana Saat Rembug Nasional APTISI

Arief pun berharap Perguruan Tinggi di Indonesia bukan hanya melihat Digital Disruption sebagai sebuah tantangan namun lebih jauh tantangan tersebut harus bisa dilihat sebagai peluang untuk menarik mahasiswa-mahasiswa yang haus akan perkembangan teknologi. “Seharusnya kita melihat Digital Disruption bukan hanya tantangannya saja, namun lebih jauh, kita harus melihat ini sebagai suatu peluang dengan mengembangkan akademik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan industri saat ini,” tutup Arief.

Rektor Universitas Esa Unggul Berjabat Tangan dengan Presiden RI Joko Widodo

Rektor Universitas Esa Unggul Berjabat Tangan dengan Presiden RI Joko Widodo

Acara Rembug Nasional bertajuk ‘Revolusi Pendidikan Tinggi Dalam Menghadapi Era Digital Disruption yang diselenggarakan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (29/11) . Selain Menristek Dikti, acara ini juga hadir oleh Presiden RI Joko Widodo yang menyampaikan sambutannya dalam acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *