Gaungkan Semangat  Perlindungan Wanita dan Anak, BEM FH UEU Gelar Law Fest 2019

Gaungkan Semangat Perlindungan Wanita dan Anak, BEM FH UEU Gelar Law Fest 2019

Suasana di Bazar Law Fest

Esaunggul.ac.id, Rendahnya perlindungan terhadap wanita dan anak membuat semakin meningkatnya kasus pelecehan, penganiayaan hingga kekerasaan pada wanita dan anak di Indonesia. Hal ini didukung dari data komnas Perempuan yang menyatakan peningkatan sejumlah 14 persen pada kasus kekerasaan di Indonesia.

Berdasarkan data tersebut, sudah seyogyanya seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan perhatian serta perlindungan kepada wanita dan anak. Termasuk dari kalangan generasi muda terutama mahasiswa. Hal ini tercermin dari Semangat perlindungan wanita dan anak yang digaungkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Esa Unggul yang menyelenggarakan acara Law Festival 2019.

Suasana Saat Seminar di Law Fest


Ketua Law Festival 2019 Aditya Gusti Daniswara menerangkan acara Law Festival digelar selain untuk mengaungkan semangat perlindungan wanita dan anak, acara ini juga dihelat untuk memperingati hari wanita sedunia tanggal 8 Maret lalu. Menurutnya, Fokus perlindungan wanita dan anak sudah seharusnya sudah ada pada level kelompok terkecil yakni keluarga.

“Penting sekali semangat perlindungan wanita kita gaungkan salah satunya dengan Law Fest, bukan hanya wanita, kita juga fokuskan pada perlindungan anak, supaya kita generasi muda ataupun para orang tua tau bagaimana mendidik anak dengan baik dan benar, tujuannya untuk memperkecil kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual terhadap anak,” terang Adit beberapa waktu yang lalu.

Aditya pun mengatakan Serangkaian kegaiatan pun digelar guna memeriahkan Law Festival seperti Seminar, Debat, Bazar hingga Turnamen Futsal. Seminar Law Fest menghadirkan sejumlah pembicara yang berkompeten dibidang Perlindungan wanita dan anak seperti Deputy Women’s March Jakarta 2018/Feminist Discussion Group, Naila Rizqi Zakiah dan Ketua Harian Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Henny Adi Hermanoe.

Dirinya berharap acara law Fest ini dapat kembali dgelar pada tahun depan sebagai salah satu momentum untuk menggalakan semangat perlindungan wanita dan anak. “semoga acara seperti ini jangan sampai berhenti sampai sini saja, setiap tahun kalau bisa harus ada acara seperti ini dan pastinya lebih bagus dan kreatif juga dari tahun sekarang,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *