Fakultas Ilmu Komunikasi Esa Unggul Ikuti Simposium Nasional MPR Bahas Pendidikan Nasional

Fakultas Ilmu Komunikasi Esa Unggul Ikuti Simposium Nasional MPR Bahas Pendidikan Nasional




Mahasiswa dan Dosen FIKOM Esa Unggul Foto bersama seusai Simposium

Mahasiswa dan Dosen FIKOM Esa Unggul Foto bersama seusai Simposium

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Sebanyak 25 perwakilan dari Universitas Esa Unggul yang terdiri dari Dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi mengikuti Simposium Nasional Majelis Permusyawarataan Rakyat (MPR) yang bertajuk “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa : Pendidikan Nasional Menurut Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Simposium Nasional ini dibuka oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendi.

Acara yang merupakan agenda Lembaga Kajian MPR RI ini berlangsung di Gedung Nusantara IV Kompleks DPR MPR RI mulai pukul 08.30-13.00 WIB. Kegiatan simporsium ini dihadiri oleh ratusan peserta dari anggota MPR RI, wakil-wakil berbagai perguruan tinggi, kementerian dan lembaga negara, serta organisasi masyarakat sipil.

Simposium nasional ini digelar oleh Lembaga Kajian MPR sebagai kelanjutan dari Roundtable Discussion yang telah berlangsung pada bulan Oktober 2017. Adapun fokus bahasan pada simposium nasional MPR-RI di Jakarta itu terkait penerapan pasal-pasal konstitusi yang terkait dengan pendidikan.

Para Pembicara Seusai melaksanakan Simposium Nasional MPR

Para Pembicara Seusai melaksanakan Simposium Nasional MPR

Ketua MPR Zulkifli Hasan menjelaskan diselenggarakanya simposium nasional MPR ini bertujuan untuk mengembalikan tujuan pendidikan nasional yang saat ini telah menjauh dari amanat UUD. Salah satunya ialah kesenjangan pendidikan antara daerah yang telah maju dan daerah tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan.

“Saat ini terjadi kesenjangan antara pusat dengan daerah, padahal,semuanya adalah NKRI. Artinya pembangunan belum merata antara pulau Jawa dan di luar Jawa saja perbedaanya sangat jauh, ini juga terkait dengan akses di dunia pendidikan yang sangat jauh dari kata cukup” kata Ketua MPR.

Dia menjelaskan, dalam Pasal 33 UUD 1945, sudah terang benderang disebutkan persoalan kesejahteraan sosial, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Untuk itu perlu adanya perhatian khusus mengenai pembangunan fasilitas terutama Fasilitas pendidikan di semua daerah di Indonesia.

Para Mahasiswa yang mendapatkan Pengalaman Baru di Acara Simposium Nasional

Para Mahasiswa yang mendapatkan Pengalaman Baru di Acara Simposium Nasional

Selepas mendengarkan acara simposium yang berlangsung selama hampir 6 jam itu, mahasiswa dan dosen Esa Unggul pun langsung meninggalkan Gedung Nusantara IV Kompleks DPR/MPR. Tak lupa, mereka pun mengabadikan momen di depan gedung kura-kura. Mudah-mudahan acara simposium MPR ini terus terselenggara, karena selain memberikan manfaat pembelajaraan bagi mahasiswa, acara ini dapat memberikan pengalaman baru bagi para mahasiswa bagaimana suasana Gedung DPR/MPR yang merupakan tempat merumuskan konstitusi dan Undang-undang negara.

(Rasyid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *