Bioteknologi Esa Unggul Gelar Rapat Kepengurusan Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia

Bioteknologi Esa Unggul Gelar Rapat Kepengurusan Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia

Esaunggul.ac.id, Program Studi Bioteknologi Esa Unggul menggelar acara rapat kepengurusan Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI), Kamis (31/01). Acara ini digelar dalam rangka mempersiapkan kompetensi dari lulusan mahasiswa Bioteknologi dari sejumlah Universitas di Indonesia.

Salah satu pembicara yang dihadirkan dalam Rapat kepengurusan ini ialah Prof. Asif Khan Asisten Profesor Bioinformatika Perdana University, Malaysia dan President the Asia-Pacific Bioinformatics Network (APBioNet). Selain itu, diundang pula peneliti dari Hokkaido University Jepang Maria Stefanie Dwiyanti.

Ketua Program Studi Bioteknologi Esa Unggul, Dr. Titta Novianti, S.Si. M.Biomed. mengatakan Digelarnya rapat MABBI di Universitas Esa Unggul dikarenakan UEU merupakan sekretariat asosiasi MABBI, selain itu pada rapat MABBI yang pertama, Esa Unggul menjadi tuan rumah penyelenggaran.

Pembahasan dalam rapat MABBI kali ini, Titta meneruskan terpusat pada sejumlah evaluasi dan menyiapkan kompetensi dari para lulusan Bioteknologi di Perguruan Tinggi di Indonesia. Hal ini penting dibahas mengingat, Prodi Bioteknologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang baru berkembang di Indonesia. Padahal di sejumlah negara, Biotek telah berkembang pesat.

“Di Indonesia, Bioteknologi mungkin menjadi cabang ilmu yang baru, padahal di negara-negara lain contohnya di Malaysia Bioteknologi ini sudah sangat pesat perkembangannya. Hal ini dipengaruhi oleh kompetensi dari sejumlah lulusan dan SDM yang disiapkan di Indonesia masih sangat minim, untuk itu penting sekali kita membahas kompetensi apa yang dibutuhkan mahasiswa Biotek kedepannya,” tutur Tita di Universitas Esa Unggul, beberapa waktu yang lalu.

Tita berharap dengan digelarnya Rapat kepengurusan ini mampu merumuskan kompetensi apa saja yang dibutuhkan oleh para mahasiswa serta lulusan Bioteknologi sehingga nantinya perguruan Tinggi di Indonesia dapat berbenah baik dari segi akademik maupun fasilitas penunjang Bioteknologi. “Mudah-mudahan dari hasil rapat ini, sejumlah kompetensi terkait Bioteknologi dapat dirumuskan tentunya untuk kemajuan penelitian di Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *