BEM Esa Unggul Gelar Suntik Difteri ketiga Tangkal Penyebaran Virus Kepada Mahasiswa

BEM Esa Unggul Gelar Suntik Difteri ketiga Tangkal Penyebaran Virus Kepada Mahasiswa

Salah satu Mahasiswi Saat Melakukan Suntik Difteri

Salah satu Mahasiswi Saat Melakukan Suntik Difteri

Esaunggul.ac.id, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Esa Unggul bekerjasama dengan Puskesmas Duri Kepa menggelar suntik Difteri di depan Gedung Holiq Rous, Jumat (07/09). Suntik Difteri ini merupakan tahap ketiga yang dilakukan, setelah pada bulan Desember dan Januari lalu program suntik Difteri dilaksanakan di Esa Unggul dan menjaring hampir 1000 mahasiswa yang melakukan Suntik Difteri.

Salah satu Panita dari Badan Eksekutif Mahasiswa M.Zuhri Azizs menerangkan acara penyuntikan Difteri kembali digelar dikarenakan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Instansi Kesehatan dalam hal ini Puskesmas Duri Kepa agar proses penyuntikan Difteri ini dilakukan melalui tiga tahap Imunisasi.

“Jadi ada pemberitahuan dari pihak Puskesmas, bahwasanya penyuntikan ini dilakukan tiga tahap sebagai Booster atau pendorong, pada penyuntikan pertama itu untuk membentuk imunitas, kemudian penyuntikan tahap kedua untuk menguatkan kembali imunitas dan tahap ketiga kali ini diharapkan kuman difteri dapat hilang,” terang Azizs di pelataran Gedung Holiq Raus, Esa Unggul, Jakarta Barat (07/09/2018).

Suasana Saat Suntik Difteri

Suasana Saat Suntik Difteri

Dirinya pun menambahkan Program Suntik Difteri merupakan Program Kerja dari BEM yang tiap tahun menggelar acara serupa sebagai bentuk kepedulian BEM terhadap kesehatan Mahasiswa. ” Kebetulan program ini merupakan lanjutan dari Proker BEM tahun lalu sehingga kami sebagai pengurus berinisiatif untuk melanjutkannya, ,” ujarnya.

Azizs berharap Program kerja hasil kerjasama dengan Puskesmas Duri Kepa ini dapat dilanjutkan kembali guna meningkatkan kepedulian dalam hal kesehatan pada masyarakat khususnya mahasiswa.

“Ini merupakan program BEM yang sangat positif sehingga kedepannya mudah-mudahan dapat dilanjutkan, dan kita berharap mahasiswa dapat terhindar dari wabah difteri , kan ini vaksin untuk pencegahan, sehingga lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *