1700 Mahasiswa Baru Esa Unggul Ikuti Seminar Bela Negara

1700 Mahasiswa Baru Esa Unggul Ikuti Seminar Bela Negara

Letkol. Inf.Dr. Dede Koswara, Msi. menyampaikan Materinya

Letkol. Inf.Dr. Dede Koswara, Msi. menyampaikan Materinya

 

Esaunggul.ac.id,  1700 mahasiswa baru Esa Unggul Jumat (10/08) mengikuti Seminar Bela negara yang merupakan Rangkaian acara dari Pre University yang diselenggarakan mulai tanggal 7 hingga 10 Agustus. Pembicara yang dihadirkan dalam seminar Bela Negara ini ialah anggota Kodam III Siliwangi dan Dosen Jurusan Tarbiyah Program Studi PGMI STAI Siliwangi Bandung Letkol. Inf.Dr. Dede Koswara, Msi.

Dalam Seminar Bela negara tersebut Deden membahas “Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Bela Negara Dalam Menghadapi Ancaman Nyata.” Deden menerangkan ancaman nyata yang dihadapi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini bukan hanya dari luar, namun lebih banyak muncul dari dalam. Hal ini dikarenakan isu radikalisme saat ini menjadi ancaman nyata terhadap keutuhaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Bela Negara dibutuhkan untuk menanamkan pondasi kepada kalian yakni para generasi muda agar cinta kepada NKRI dan memegang teguh pancasila sebagai dasar negara. Jika pondasi bela negara telah ditanamkan kepada generasi muda niscaya paham-paham radikalisme yang menggerogoti keutuhan Negara Indonesia dapat terhindarkan,” terang Dede di Ballroom Aula Kemala, Universitas Esa Unggul, Jumat 10 Agustus lalu.

Suasana Saat Bela Negara

Suasana Saat Bela Negara

Selain itu, Deden pun mengingatkan kepada para mahasiswa meningkatkan integritas kepada 4 pilar bangsa yang selama ini menjadi pegangan dalam berbangsa dan bernegara. Empat Pilar yang dimaksud yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang – Undang Dasar 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jika berbicara Bela Negara tidak bisa dipisahkan dari empat pilar yang menjadi pegangan kita sebagai bangsa Indonesia. Integritas terhadap empat pilar ini penting bagi kalian generasi penerus bangsa, karena akan percuma memiliki ilmu yang tinggi namun tidak memiliki integritas,” terang Deden.

Dirinya berharap para mahasiswa Esa Unggul dapat menanamkan lima nilai Bela Negara yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yakni pertama Cinta Tanah Air kedua Sadar Berbangsa dan Bernagara, tiga Yakin Pancasila Sebagai Ideologi Negara empat Rela Berkorban Untuk Bangsa dan Negara dan terakhir Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara.

“Bela Negara hendaknya tidak diartikan terbatas pada kegiatan memanggul senjata dalam mempertahankan NKRI saja, tapi Bela Negara mencakup semua aspek kehidupan baik Idiologi, Politik, Ekonomi. Politik,sosial budaya sampai pertahanan dan keamanan itu sendiri, dan di laksanakan sesuai profesi masing-masing baik yang berada di lingkungan pemukiman, pekerjaan, maupun pendidikan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *