Sujiwo Tejo: Galaunya Anak Muda Itu Produktif, Jangan Malu Untuk Galau

Sujiwo Tejo: Galaunya Anak Muda Itu Produktif, Jangan Malu Untuk Galau

Share


Penampilan Sujiwo Tejo Memainkan Gitarnya Saat Seminar Mengenai Kebudayaan

Penampilan Sujiwo Tejo Memainkan Gitarnya Saat Seminar Mengenai Kebudayaan

Esaunggul.ac.id, Jakarta Barat, Kata Galau memang akhir-akhir ini sangat akrab di telinga anak muda, terutama ketika mereka sedang merasakan patah hati, kesulitan menyelesaikan tugasnya hingga bebagai masalah kehidupan yang menimpa diri mereka.

Budayawan kondang Indonesia Sujiwo Tejo mempunyai prespektif yang berbeda mengenai definisi Galau di kalangan anak muda. Menurutnya Galau tidak melulu soal meratapi sesuatu namun bisa dijadikan sebagai pembangkit semangat untuk melakukan hal yang lebih produktif.

“Siapa yang di sini sering galau? wah gak ada yang tunjuk tangan, jangan malu atau takut untuk galau. Galaunya anak muda itu produktif, karena dari proses galau itu banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi,” tutur Sujiwo saat seminar Esgul Welcoming Days 2017, Rabu (30/08/2017).

Dia pun menjelaskan produktivitas yang didapatkan oleh anak muda ketika galau bisa dilampiaskan dengan hal lain seperti membuat karya lagu, buku atau puisi. “Saat anak muda galau instingnya sangat sensitif, sehingga sangat sayang jika kegalauan pada anak muda disia-siakan begitu saja. Kalau jaman aku dulu, orang tua membuat sebuah karya seperti lagu itu ketika mereka merasakan keresahan dalam diri mereka makanya saat ini anak muda yang sedang galau atau resah harus bisa memanfaatkan,” tuturnya.

Sujiwo Tejo Saat Mendendangkan Lagu Ingsun Saat Seminar Esgul Welcoming Days

Sujiwo Tejo Saat Mendendangkan Lagu Ingsun Saat Seminar Esgul Welcoming Days

Untuk itu Mantan Wartawan Kompas ini menyarankan bagi mahasiswa yang galau terutama di bidang percintaan harus dengan jeli melihat cela dalam menghasilkan karya. karya saat resah ketika patah hati itu akan menghasilkan Master Peace yang luar biasa.

“Saya saja dalam menghasilkan karya ketika galau atau resah akan menemukan inspirasi. Seperti saat galau atau resah saya menemukan kata-kata seperti ini Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak bisa kau rencanakan cintamu untuk siapa. ini kan kata-kata yang dibuat saat sedang resah, indah berwarna dan mendalam,” tuturnya.

Pria yang juga dalang ini pun berharap mahasiswa Esa Unggul tidak terjerumus dalam kegalauan yang negatif, dalam artian tidak melampiaskan ke hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri dan masa depan.

“Jangan sampai kalian galau malah menjerumuskan kepada hal-hal yang negatif, seperti narkoba atau pergaulan bebas. Galau itu bukan menjadikan alasan bagi kalian untuk masuk ke lingkaran hitam karena banyak hal terkait masa depan yang bisa kalian raih,” tutup Sujiwo.

Selain memberikan seminar mengenai kebudayaan Indonesia, Sujiwo Tejo juga memberikan persembahan melalui karyanya yakni lagu Ingsun bersama grup vokal Aaera. Seminar yang berlangsung hampir dua jam itu pun berlangsung dengan atraktif dan menarik, selain dikarenakan tema yang diangkat menggugah jiwa mahasiswa, pembawaan sujiwo yang menghibur pun membuat seminar tidak berjalan membosankan dan penuh canda tawa namun tetap Khidmat.


-- Download Sujiwo Tejo: Galaunya Anak Muda Itu Produktif, Jangan Malu Untuk Galau as PDF --


Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul