Kunjungan Fak. Psikologi ke Rumah Sakit Jiwa Soeroyo Magelang

Kunjungan Fak. Psikologi ke Rumah Sakit Jiwa Soeroyo Magelang

Share




Kunjungan Fak. Psikologi ke Rumah Sakit Jiwa Soeroyo Magelang

Rabu, 23 Februari 2011

 

Pada tanggal 31 Januari sampai dengan 1 Februari 2011, Fakultas Psikologi Esa Unggul yang diwakili Dra. Safitri, M.Si melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo (RSJS) Magelang. Kunjungan Studi banding bertujuan untuk melihat bagaimana penanganan psikologis di RSJS Magelang mendapat sambutan sangat baik, yang dibagi atas dua kegiatan yaitu pertama  kunjungan fasilitas dan pelayanan  RSJS,  kedua  kunjungan ke  pengungsian korban banjir lahar dingin di Puskesmas Tanjung Kabupaten Magelang  bersama Tim Psikososial Instalasi Kesehatan Jiwa Masyarakat (Keswamas) RSJS Magelang, yang akan dijelaskan sebagai berikut :

1. Kunjungan Fasilitas  dan Pelayanan RSJS Magelang

RSJS Magelang yang berlokasi 4 Km dari pusat kota Magelang, berada pada lokasi  strategis karena terletak di tepi jalan raya yang menghubungi kota Jogyakarta, Semarang dan Purwokerto. RSJS Magelang berdiri diatas  lahan  seluas  40 Ha dengan luas bangunan 391.085 m2  adalah rumah sakit type A dengan kapasitas 800 tempat tidur. Dengan visi ”Menjadi pusat unggulan di bidang pelayanan dan pendidikan jiwa secara holistik di Tingkat Nasional Tahun 2015 dan ASEAN Tahun 2018”,  melakukan 5 kategori pelayanan, yaitu :

  1. Pelayanan rawat jalan, dimana salah satunya adalah poli Psikologi dan Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja  (IKESWAR).
  2. Pelayanan gawat darurat
  3. Pelayanan rawat inap  bagi penderita masalah  jiwa dan non jiwa
  4. Pelayanan penunjang, dimana salah satunya adalah IPKMRS ( Instalasi Penyuluh Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit )
  5. Pelayanan pendidikan dan pelatihan

Pelayanan rawat inap diawali dari UPI (Unit Perawatan Intensif) yang dikenal dengan bangsal gaduh gelisah. Setelah dilakukan evaluasi oleh Psikiater, Psikolog dan Perawat selanjutnya dikirim ke perawatan bangsal berikutnya untuk rehabilitasi (bangsal tenang).
Tenaga kerja yang berlatar belakang Psikologi ada 7 orang dengan komposisi 4 PNS, 1 CPNS dan 2 Non PNS. Harapan kedepan   setiap pasien dapat kesempatan paling sedikit satu kali bersama psikolog. Peran Psikolog*) berada pada 3 dari 5 axis yang dilakukan yaitu :

  • Diagnosia Klinis oleh Psikiater
  • Gangguan kepribadian *)
  • Gangguan fisik oleh Psikiater, Spesialis Lain dan Dokter Umum.
  • Stresor psikososial *)
  • Tingkat penyesuaian sebelum perawatan *)

Pada hari kunjungan pertama (31 Januari 2011) yang jatuh pada hari Senin, sempat mengikuti jalannya upacara apel, yang menjadi kegiatan rutin mingguan. Yang menarik pada acara ini adalah selalu diikuti dengan :

  • Pembacaan motto harian ( untuk tanggal 31 Januari 2011 adalah : Dia yang kehilangan kesehatan, kehilangan banyak. Dia yang kehilangan teman, kehilangan lebih banyak lagi. Dia yang kehilangan semangat kehilangan segalanya). Motto harian diambil dari Kalender Abadi yang dikeluarkan RSJS Magelang berupa kata-kata motivasi selama satu tahun. Sebuah contoh yang baik dalam memotivasi kerja.
  • Pengumuman strategis antara lain pemberitahuan rekapitulasi pemasukan dari kegiatan rumah sakit.
  • Pemberian kesempatan bagi seluruh karyawan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka dan bertanggung jawab untuk memberi usul, saran dan solusi.
  • Ucapan serta pemberian hadiah untuk karyawan yang berulang tahun.

Pada hari kedua (1 Februari) mendapat kesempatan mengikuti acara ramah tamah Direktur Utama RSJS Magelang bersama seluruh jajaran, dimana pada kesempatan ini dilakukan sosialisasi hasil Raker Pimpinan diantaranya perubahan visi, misi, dan logo dengan slogan  yang menarik yaitu ” Bersama Meraih Bintang” yang ditandai dengan simbol  UN5 A8  ( Unggul dalam pelayanan  yang terealisasi di tahun 2015 di tingkat nasional dan 2018 di tingkat ASEAN. Acara diakhiri dengan makan siang bersama.

Kedua kegiatan tadi merupakan contoh yang baik dalam memotivasi,  memupuk kerjasama dan membangun komunikasi diantara  pimpinan dan staf.

2. Kunjungan ke  pengungsian korban banjir lahar dingin di Puskesmas Tanjung  Kabupaten Magelang  bersama Tim Psikososial Instalasi Keswamas RSJS Magelang

RSJS Magelang mempunyai tim tanggap bencana, yang merupakan salah satu bagian dari IPKMRS. Sejak bencana merapi, tim Psikososial RSJS Magelang sebanyak 40 orang  bersama perawat dari rumah sakit lain  dan wakil dari Kementrian Kesehatan (60 orang)  telah mendapat tambahan pengetahuan  tentang penangan psikososial dari tim Universitas Indonesia dan pembekalan tentang PFA (Psychological First Aid  – Pertolongan Pertama Psikologik) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan adanya pembekalan tersebut, tim psikososial berubah nama menjadi tim PFA.
Bersama tim PFA inilah, pada hari senin 31 Januari mengunjungi Penyintas ( istilah korban bencana) yang terkena  banjir lahar dingin di Puskesmas Tanjung, Kabupaten Magelang, yang menampung sekitar 203 KK. Tim  yang berangkat terdiri dari dokter, psikolog, perawat dan pekerja sosial sebanyak 10 orang.

Setiba di lokasi, dengan petunjuk dari petugas PUSKESMAS dan TAGANA ( Taruna Siaga Bencana) Magelang, Tim mulai mendatangi para Penyintas.  Pada saat  kedatangan di siang itu, yang ada di pengungsian mayoritas adalah yang berusia tua, karena yang muda sedang bekerja  membersihkan/memperbaiki  rumah masing-masing yang terkena bencana, dan anak-anak yang belum sekolah. Para penyintas diminta untuk berkumpul di tempat seadanya, karena ruang pertemuan sudah terisi barang-barang pengungsi, dan jika harus berkumpul di tempat pertemuan yang agak jauh, ada perasaan kuatir akan barang-barang yang ditinggalkan. Sedangkan untuk anak-anak diminta untuk berkumpul dihalaman parkir PUSKESMAS membentuk lingkaran.

Para Penyintas  dewasa yang duduk berkumpul di sekitar Tim PFA diajak untuk melakukan relaksasi sambil sesekali diiringi humor. Dilakukan beberapa tahap relaksasi, (diantaranya relaksasi 5 jari ) yang diakhiri dengan relaksasi diisi motivasi.
Penyintas anak-anak diajak untuk bernyanyi, bertepuk tangan dan gerakan tubuh yang menggembirakan, yang akhirnya ditutup dengan kegiatan mewarnai,  dan  tidak lupa Tim PFA juga memberikan oleh-oleh  makanan kecil.

Saat kegiatan hampir selesai, serombongan anak-anak usia sekolah tiba di lokasi dengan mengendarai truk. Mereka menempuh perjalanan sekitar 15 menit untuk ke sekolah di sekitar tempat tinggal yang sedang ditinggalkan berdesak-desakan di dalam truk.

Setelah meningggalkan lokasi penampungan Penyintas, Tim mengajak untuk meninjau lokasi perumahan yang hancur terkena banjir lahar dingin di desa Sirahan. Tampak terlihat jalan raya yang hancur, dan  terbelah. Lahar dingin yang bergerak di luar jalur sungai yang di perkirakan,  merusak jalan utama pemukiman dan  perumahan. Banyak rumah-rumah tertimbun pasir dengan batu-batu besar di sekeliling rumah, yang telah dibawa lahar dingin. Berbeda sekali melihat langsung kerusakan, dibanding hanya melihat di media. Lahar dingin yang sering diberitakan awalnya terbayang adalah aliran yang dingin, ternyata adalah aliran air hujan yang membawa sisa-sisa muntahan gunung Merapi, berupa pasir dan batu-batu, yang mampu bergerak dengan kecepatan tinggi dengan suara gelegar seperti deruan pesawat. Sekarang dapat membayangkan, bagaimana kehawatiran penduduk sekitar Merapi dalam cuaca yang mendung seperti sekarang ini. Semoga perhatian untuk memberikan bantuan untuk korban lahar dingin sama besarnya saat Merapi meletus, karena dampak lahar dingin diperkirakan lebih besar pengaruhnya bagi penduduk sekitar Merapi.

Dari pengamatan kegiatan yang dilakukan, memang tidak mudah membuat program terpadu untuk para penyintas, karena sarana dan prasarana serta sumberdaya  terbatas, Untuk kegiatan relaksasi yang telah dilakukan, maka motivasi hendaknya dibuat real dengan menerima dan mensyukuri apa yang dipunya sekarang.  Sedangkan untuk kegiatan anak-anak,  kegiatan bernyanyi dan menggambar sebaiknya dilakukan pararel sejak awal, sehingga anak dapat memilih kegiatan verbal / non verbal yang lebih disukai. Pilihan ini untuk memberi kesempatan pada anak-anak yang tidak dapat mengekspresikan secara verbal. Juga tetap diberi kesempatan bagi yang ingin mengikuti keduanya. Selain itu dapat dilakukan  permainan motivasi yang sering digunakan dalam ice breaker/energizer pada pelatihan yang bersifat menyenangkan.
Beberapa  program yang dapat dilakukan :

  1. Lomba kreatifitas untuk dewasa dan anak, misalnya lomba kebersihan/kerapihan tempat, lomba membuat nasi goreng, lomba bercerita/dongeng, lomba permainan gobak sodor, lempar galah dsb.
  2. Story telling untuk anak-anak yang menyukai ekspresi verbal. Setiap anak dapat diminta untuk bercerita apa saja, bisa yang terkait dengan pengalaman selama bencana, atau cita-cita yang mereka mimpikan
  3. Kegiatan kumpul bersama yang diisi dengan cerita motivasi atau pengalaman pribadi antar penyintas dewasa. Penyintas yang telah berhasil meliwati perasaan galaunya dapat berbagi
  4. Olah raga rutin  bersama (mungkin ini sudah dilakukan,  tapi pada hari kunjungan tidak sempat dilakukan).
  5. Belajar bersama,  misalnya pengajian, bahasa inggris, matematika
  6. Untuk anak-anak suasana pengungsian dapat digunakan untuk melatih kegiatan  mengurangi banyak menonton TV. Perlu disosialisasi untuk tidak membuat peminjaman bermain games (saat kunjungan, ada informasi dari seorang anak tentang sewa bermain games Rp 10.000/5 jam). Pimpin para orang tua untuk mengajak bermain anak-anak, membuat keterampilan tangan.

Terima kasih kepada Direktur Utama RSJS beserta Jajaran untuk penerimaan dan pengalaman yang telah diberikan selama di RSJS Magelang. Semoga pengalaman ini menjadi masukan bagi Fakultas Psikologi untuk dapat membuat program yang dapat diberikan pada penyintas, seperti  kumpulan cerita-cerita motivasi yang tepat untuk beberapa kondisi penyintas dan permainan-permainan kreatif sehingga kehidupannya akan lebih baik dan bahagia.

Read More Post
Share

  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul