Kuliah Umum FIKOM: Identitas Pers Nasional di Era Liberalisasi oleh Prof. Dr. Anwar Arifin – Pakar Komunikasi Politik

Kuliah Umum FIKOM: Identitas Pers Nasional di Era Liberalisasi oleh Prof. Dr. Anwar Arifin – Pakar Komunikasi Politik

Share


Kuliah Umum FIKOM: Identitas Pers Nasional di Era Liberalisasi oleh Prof. Dr. Anwar Arifin – Pakar Komunikasi Politik

Sabtu, 14 Mei 2011

menghadiri pembicara Prof. Dr. Anwar Arifin seorang pakar komunikasi politik dengan tema “Identitas Pers Nasional di Era Liberalisasi” yang dipandu oleh Dr. Erman Anom (Dosen FIKOM UEU pakar media massa), Kuliah Umum ini dibuka oleh Dr. Asep Saipudin yang mewakili Dekan (Dosen FIKOM UEU).

Prof. Dr. Anwar Arifin banyak mengupas tentang hubungan pers dan masyarakat.  Mantan anggota DPR 2001 -2009 dan anggota Dewan Pers itu banyak berbicara tentang pers masa lalu  yang mempunyai karakter surat kabar itu ditentukan oleh ideologi atau hasil penalaran atau filsafat dasar atau pandangan hidup atau pandangan ideologi dan di Indonesia lebih dikenal Pers Pancasila era Mentri Penerangan Harmoko Tahun 1982. Pers yang beridentitas Pancasila baru berkembang jadi pers pembangunan di era Orba kata Prof. Dr. Anwar Arifin.

Pers nasional dulu berkembangnya lebih banyak digunakan sebagai alat perjuangan oleh wartawan jaman dulu di Indonesia belum kita kenal adanya pers Pancasila. Namun dulu wartawan nasionalisme, baru jadi wartawan seperti era Mukhtar Lubis , Rosihan Anwar dll. Sekarang telah bergeser  era wartawan sekarang era wartawan profesional dimana banyak investor berduit masuk kedalamnya jadilah  profesional menurut ukuran sekarang,” kata Prof. Anwar Arifin yang lebih banyak berbicara tentang sejarah pers di tanah air. Acara ditutup dengan pemberian Buku karangan Prof. Dr. Anwar Arifin untuk FIKOM tentang Komunikasi Politik Indonesia, sedangkan FIKOM juga memberikan buku hasil penelitian karya Dosen – Dosen FIKOM tentang Brainstorming Communication: Ragam, Teori dan Aplikasi.

Menurut Dr. Erman Anom “mahasiswa dibekali tentang perkembangan media massa di Indonesia, ini salah satu bentuk dalam meningkatkan wawasan akademik mahasiswa tentang Kebebasan Pers yang berlandaskan kepada karakter bangsa Indonesia, sehingga mahasiswa memahami fungsi media massa sesuai dengan nilai – nilai falsafah hidup bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, dan inilah Identitas Pers Nasional.”(Is/Est)


Read More Post
Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul
Social Media Icons Powered by Acurax Website Redesign Experts