Indra Gunara Rochyat, S.Sn, MA dan Geggy Gamal , S.Des, M.Des – Dosen FDIK Universitas Esa Unggul mengikuti Konferensi Autodesk University Extension (AUx) 2014 yang diselenggarakan oleh Autodesk Indonesia

Indra Gunara Rochyat, S.Sn, MA dan Geggy Gamal , S.Des, M.Des – Dosen FDIK Universitas Esa Unggul mengikuti Konferensi Autodesk University Extension (AUx) 2014 yang diselenggarakan oleh Autodesk Indonesia

Share

Indra Gunara Rochyat, S.Sn, MA dan Geggy Gamal , S.Des, M.Des – Dosen FDIK Universitas Esa Unggul mengikuti Konferensi Autodesk University Extension (AUx) 2014 yang diselenggarakan oleh Autodesk Indonesia pada 18 Februari 2014 di Le Meridien Hotel Jakarta, Indonesia.

Dalam rangka terus menjalankan misinya membantu para profesional di Indonesia dalam desain 3D, teknik, industri konstruksi dan manufaktur, Autodesk Indonesia menyelenggarakan konferensi Autodesk University Extension (AUx)

Konferensi ini merupakan yang kedua kalinya diadakan di Indonesia, dan menjadi bagian dari konferensi tahunan Autodesk University (AU). AU adalah ajang belajar dan networking terbesar di dunia bagi para pengguna produk Autodesk dan penggiat desain yang bergerak di berbagai industri.

Achirul Djamal, Country Manager, Autodesk Indonesia,  dalam sambutannya di acara konferensi tersebut, memaparkan bahwa selama lebih dari 21 tahun konferensi AU telah memberikan pengalaman belajar dan networking terbaik kepada konsumen di seluruh dunia.

Ratusan peserta AUx di Indonesia belajar tentang tren teknologi terbaru dan mendapatkan kontak bisnis.  Achirul Djamal juga berharap bahwa acara tahun ini akan memberikan nilai tambah yang bermanfaat bagi pengguna Autodesk.

Pat Williams, selaku Senior Vice President, APAC & Emerging Markets Autodesk  yang merupakan  salah satu pembicara utama di konferensi tersebut, memaparkan mengenai Design Led Revolution. Menurutnya, ekonomi Indonesia saat ini sedang berkembang secara signifikan, termasuk perkembangan di area manufaktur, infrastruktur, dan proses pabrik. Pat menekankan bahwa perkembangan ini artinya dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia. Dan sangatlah penting agar hal ini dapat tercapai dengan biaya tidak terlalu tinggi.

Selanjutnya  Pat Williams juga mengemukakan bahwa pada 2050, populasi dunia diperkirakan akan mencapai 9 miliar jiwa. Pertumbuhan ini, tentunya akan memperkuat kerumitan dan mendesaknya tantangan global yang kita hadapi. Mulai dari hiper-urbanisasi, tidak memadainya layanan kesehatan, kebutuhan energi, hingga perubahan iklim. Menurut Pat, situasi inilah yang mengawali pendekatan design-led-revolution.

Melalui design-led-revolution Autodesk percaya bahwa sebuah desain yang berkesinambungan dapat membantu kita untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut.  Autodesk optimistis akan perannya dalam membantu orang berimajinasi, merancang, dan menciptakan sebuah dunia yang lebih baik ketika 9 miliar orang dapat hidup dengan baik. Autodesk mengubah bisnisnya untuk dapat mendukung para profesional, perusahaan, dan amatir yang menciptakan solusi bagi 9 miliar orang untuk hidup dengan baik, dan hidup dalam batasan yang dimiliki bumi.

Autodesk menyebut revolusi ini sebagai ‘design-led-revolution’, menempatkan para perancang sebagai agen perubahan. Autodesk merayakan dan mendukung the design-led-revolution dengan menyediakan teknologi, peralatan, insight, dan sumber daya untuk meningkatkan revolusi ini dan mengamplifikasi kekuatan para perancang untuk menciptakan solusi yang epik. Autodesk percaya bahwa revolusi ini akan didorong oleh 3 prinsip inti, yaitu impact modeling, rapid iteration, dan massive collaboration yang menawarkan para perancang kemampuan untuk mendesain ulang bagaimana kita hidup. Didukung oleh kemungkinan yang dirancang oleh solusi teknologi, para perancang kini memiliki kekuatan untuk mendesain kesinambungan ke dalam apapun yang mereka ciptakan, dan memungkinkan masa depan yang lebih baik.


Adapun terkait pesan mengenai kesinambungan desain, Phil Lazarus, Regional BIM Manager, Asia, Lend Lease menekankan pentingnya penggunaan teknologi terbaru dan terbaik yang dapat membantu pembangunan lingkungan yang berkesinambungan. Berbicara mengenai nilai dan pentingnya BIM, menurut Phil, tidak seperti 2D CAD, BIM menghadirkan cara baru pembuataan desain secara cerdas. INSEAD Business School dan Stamford American International School yang berlokasi di Singapore adalah contoh buah karya Lend Lease yang sukses menggunakan proses BIM dengan software Autodesk Revit dan Autodesk 360.

Sumber lain :

http://autodesk2014.event.co.id/home.php

http://www.tabloidpulsa.co.id/news/13696-autodesk-bawa-sejumlah-solusi-di-aux-2014


-- Download Indra Gunara Rochyat, S.Sn, MA dan Geggy Gamal , S.Des, M.Des – Dosen FDIK Universitas Esa Unggul mengikuti Konferensi Autodesk University Extension (AUx) 2014 yang diselenggarakan oleh Autodesk Indonesia as PDF --


Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul