HIMPALA Esa Unggul ” LEUSER EXPEDITION” – MENJEJAKI TAMAN NASIONAL TERKAYA DAN TERLUAS DIDUNIA

HIMPALA Esa Unggul ” LEUSER EXPEDITION” – MENJEJAKI TAMAN NASIONAL TERKAYA DAN TERLUAS DIDUNIA

Share

HIMPALA, MENJEJAKI TAMAN NASIONAL TERKAYA DAN TERLUAS DIDUNIA

HIMPALA: Peserta Ekspedisi Himpala Esa Unggul “Merah Putih II Gunung Leuser” yang dilaksanakan pada tanggal 13 September – 04 Oktober 2014 telah sukses melakukan perjalanan dua hari lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Ekspedisi yang dilakukan oleh tiga anggota Himpala, Franciscus Asisi Alfareza (Ketua Pelaksana) fakultas Fisioterapi, Ahmad Fauzi (Operasional) fakultas Ilmu Komputer dan Hendra Lesmana (Litbang) Fakultas Ilmu Komunikasi telah membawa harum nama Universitas Esa Unggul pada umumnya dan Himpala pada khususnya dipuncak ujung pulau Sumatera dengan misi Operasional Pendakian dan Observasi wilayah TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser) yang terletak di Kelurahan Penosan Sepakat, Kecamatan Blang Jerango, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

            Gunung Leuser yang berada pada ketinggian 3.119 mdpl ini terbilang rendah dari gunung kebanyakan, namun yang membuat gunung ini istimewa adalah jarak menuju puncaknya yang jauh rata-rata 12 hari pendakian. Tak hanya jarak tempuhnya saja namun Leuser juga merupakan taman nasional dengan hutan tropis terkaya dan terluas didunia. Banyak keragaman flora dan fauna yang mendiami hutan ini, salah satu flora yang banyak terdapat disini adalah Kantong Semar (Nepenthes), Angrek, Bunga Bangkai dan Lumut hingga ketebalan satu meter. Banyak pula spesies fauna langka di hutan ini seperti Orang Hutan, Harimau, Rusa, Kucing Hutan, Gajah dan Badak. Fauna dari jenis unggas juga banyak seperti Ayam Hutan, Burung Pelatuk Ayam, Burung Hantu, Kuau Raja, dan Rangkong Papan. Terakhir yang tak kalah menarik adalah lintah langka yang disebut Lintah Gajah (Giant Red Leech) oleh masyarakat lokal karena ukurannya yang raksaksa (±30 cm). Jenis lintah ini hanya terdapat di Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Kinabalu, Malaysia.

            Flora dan Fauna tersebut dapat dijumpai disepanjang jalur pendakian berupa jejak, kotoran maupun penampakan langsung. Karena jalur pendakian merupakan lintasan binatang. Para pendaki dapat mengakses Leuser melalui tiga jalur yaitu, Jalur Keudah jalur ini berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser yang berada di Kabupaten Gayo Lues untuk menuju puncak Loser dan Leuser rata-rata memakan waktu hingga 8-9 hari. Mayoritas penduduk disini adalah suku Gayo dengan mata pencaharian bertani. Jalur yang kedua adalah Agusan Kabupaten Gayo Lues, jalur ini adalah jalur yang paling indah dan menantang karena harus melewati sungai sebanyak 45 kali. Jalur ketiga melalui gerbang Maukik di Kabupaten Aceh Barat Daya. Melalui jalur ini kedua puncaknya dapat ditempuh dengan 12 hari perjalanan. Para pendaki yang notabane adalah pencinta alam banyak melewati jalur Keudah yang ramai dan dapat diakses dengan mudah. Sebab secara umum jalan menuju dusun Keudah sudah bagus dan diaspal hingga ujung dusun dan fasilitas akomodasi wisata tersedia di Keudah berupa pondok wisata Green Sineubuk dan warung-warung makan tradisional.

            Terdapat sebanyak 20 (dua puluh) titik jalur trekking dan camp untuk peristirahatan pendaki Leuser dijalur Keudah seperti:

  1. Tobacco/ Grand Sinebuk (Pintu Rimba) 1.521 mdpl
  2. Simpang Air 2.238 mdpl
  3. Bipak I/ Jamur 2.587 mdpl
  4. Puncak Angkasan 2.914 mdpl
  5. Kulit Manis I 2.822 mdpl
  6. Kulit Manis II 2.761 mdpl
  7. Kulit Manis III 2.630 mdpl
  8. Lintasan Badak 2.319 mdpl
  9. Bukit Pepanyi 2.444 mdpl
  10. Padang Rumput 2.405 mdpl
  11. Hulu Sungai Alas 2.283 mdpl
  12. Blangbeke/ Rantau Panjang 2.344 mdpl
  13. Kolam Badak 2.731 mdpl
  14. Bipak III 2.977 mdpl
  15. Camp Putri 2.894 mdpl
  16. Bipak Kaleng 2.940 mdpl
  17. Bipak Batu 2.955 mdpl
  18. Krueng Kluet 2.934 mdpl
  19. Simpang Tanpa Nama 3.206 mdpl
  20. Lapangan Bola 3.127 mdpl
  21. Puncak Loser 3.404 mdpl
  22. Puncak Leuser 3.119 mdpl

Pertengahan tahun seperti bulan Agustus banyak dikunjungi oleh para pendaki untuk merayakan kemerdekaan di puncak Leuser, namun karena musim kemarau sumber air banyak yang kering atau keruh khususnya yang berada di camp punggungan dan puncak bukit. Berdasarkan data Schmidt dan Ferguson iklim di Taman Nasional Gunung Leuser termasuk tipe iklim A. Hampir setiap tahun terjadi hujan dengan intensitas tertinggi pada bulan September – Nopember. Temperatur umum di dataran rendah adalah minimum 21°C  dan maksimum 28,2°C. Untuk temperatur didataran tinggi menuju puncak Leuser pada suhu malam hari mencapai 10°C diketinggian diatas 2500 mdpl.


-- Download HIMPALA Esa Unggul " LEUSER EXPEDITION" - MENJEJAKI TAMAN NASIONAL TERKAYA DAN TERLUAS DIDUNIA as PDF --


Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul
Social Media Icons Powered by Acurax Web Design Company