Peranan Perguruan Tinggi Dalam Menghasilkan Pemimpin Bangsa – Orasi Ilmiah H. Wiranto, SH, SIP

Peranan Perguruan Tinggi Dalam Menghasilkan Pemimpin Bangsa – Orasi Ilmiah H. Wiranto, SH, SIP

Share

 

Disampaikan oleh :  H. Wiranto, SH, SIP

Pada acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana
Universitas Esa Unggul
Jakarta, 06 Oktober 2003

Bapak, Ibu, dan para hadirin yang terhormat,

Saya merasa mendapat kehormatan dan bersyukur dapat tampll dalam suatu forum akademis di perguruan tinggi yang megah dan maju inl, karena di hadapan saya tampak para wisudawan/wisudawati baru yang penuh semangat menyala-nyala yang tiada lain adalah para calon pemimpin bangsa di masa depan. Semua itu memberikan inspirasi bagi saya yang dimintakan oleh pihak Rektorat Universitas Indonusa Esa Unggul untuk memberikan orasi ilmiah dengan judul:
“PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM MENGHASILKAN PEMIMPIN BANGSA”
Para wisudawan, wisudawati, serta para hadirin yang berbahagia,
Sebelum saya menguraikan lebih jauh mengenai judul tersebut, tentu akan timbul pertanyaan-pertanyaan, “Pemimpin bangsa seperti a pa yang kita butuhkan?” Untuk mendapat jawabannya, tentu kita perlu mengetahui terlebih dulu “Apa yang sedang dihadapi bangsa pada saat ini?” Kemudian Pada akhirnya kita harus menjawab pertanyaan berikutnya, “Apa benar perguruan tinggi berperan dalam mencetak pemimpin bangsa yang dibutuhkan itu?” Lalu, “Bagaimana caranya?”
Berangkat dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, uraiannya akan saya bagi menjadi tiga bagian, Pertama : Apa yang sedang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini. Kedua : Kriteria pemimpin bangsa yang dibutuhkan Peranan perguruan tinggi menghasilkan pemimpin bangsa
Para hadirin yang terhormat
Sebenarnya tanpa berbicara mengenai keadaan negerl kita saat ini pun, kita semua telah dapat me ma ha mi dan merasakan, betapa beratnya tantangan dan ancaman yang harus dihadapi bangsa kita dalam persaingan global yang dahsyat ini.
Dengan sangat tepat John Naisbitt menggambarkan betapa revolusi “triple T”, yaitu Telekomunikasi, Transportasi dan Turisme yang bersumber kepada perkembangan teknologi maju telah mengubah tata dunia baru dengan sangat spektakuler, Dan ternyata telah terbukti seperti dapat kita saksikan dewasa ini.
Disinilah eksistensi negara-bangsa seperti Indonesia diuji,   Mampukah   kita bertahan   terhadap tekanan lembaga-lembaga multi nasional yang bagaikan gurita terus merangsak tanpa ampun terhadap Negara yang sedang berkembang,
Lebih jauh dapat kita simak pendapat Milton Friedman, yang mengemukakan bahwa sekarang ini kita dapat menghasilkan produk dimana saja, dengan menggunakan sumberdaya dari mana saja, untuk dijual dimana saja. Dari ucapan tersebut dapatlah kita tarik kesimpulan betapa kaburnya batas formal antar Negara, dalam menghadapi terobosan teknologi maju. Persaingan antar Negara tidak lagi berorientasi kepada ideologl tetapi sudah berpindah pada masalah ekonomi, dan pada kenyataannya hanya Negara-negara yang kuatlah yang akan tetap eksis dalam persaingan tersebut.
Suatu Negara dianggap kuat dalam persaingan seperti itu bila !a telah mampu menyelesaikan masalah   domestiknya,   sehingga   seluruh   potensi bangsanya terarah sepenuhnya untuk dihadapkan pada persaingan global tersebut. Terbukti seperti Korea Selatan, Malaysia, Thailand, China dan Vietnam, masing-masing telah keluar dari krisis nasionalnya dan sekarang melaju sebagal Negara kuat ekonomi di kawasan Asia selain Singapura dan Jepang.
Bagaimana mengenai Indonesia? Kenyataannya kita masih terjebak dan terus berkutat dengan berbagai masalah domestik. Lima tahun terakhir ini, waktu pikiran dan tenaga kita terkuras hanya untuk bertengkar dan berselisih satu dengan lainnya, terutama mempermasalahkan masa lalu. Jarang sekali kita duduk bersama, mencoba melakukan antisipast jauh kedepan, menangkap peluang untuk meraih keuntungan bagi kesejahteraan bangsa.
Sebagai    bangsa    kita   terjebak   dalam    suasana disharmoni, dtsorientasi, dan bahkan disintegrasi yang telah membawa bangsa ini hanya keluar dari satu masalah, untuk kemudian masuk pada masalah lainnya nyaris tanpa harapan dan kepastian.
Reformasi yang telah kita gulirkan bukan untuk memelihara kekacauan, kemiskinan, kebodohan dan ketidak-adilan ! Tetapi diarahkan untuk mengubah nasib bangsa menuju masa depan yang lebih membahagiakan. Dalam hal ini hanya dapat dilakukan oleh suatu pemerintahan yang baik. Pada kenyataannya, Pemerintah yang baik hanya dapat terwujud apabila memiliki pemimpln yang baik.
Para hadirin yang berbahagia,
Pada hakekatnya, pemimpin yang baik dan berhasil adalah pemimpin yang mampu mewujudkan visi menjadi kenyataan, Dia dapat memberikan apa yang diharapkan rakyatnya sebelum rakyat memintanya. Jangan sampai menunggu rakyat datang untuk meminta, barulah sang pemimpin memperhatikan. Apalagi kalau rakyat telah memaksa dengan tindakan yang berlebihan, berarti pemimpin itu telah gagal sebagai pemimpin yang baik
Biasanya kegagalan itu disebabkan oleh dua hal; pertain a, pemimpin yang mampu berpikir tetapi tak pernah mampu melaksanakannya, Dan, kedua, pemimpin yang terus melaksanakan niatnya namun tanpa berpikir, Yang kita butuhkan adalah seoarng pemimpin yang mampu berpikir sekaligus mahir dalam melaksanakannya.
Untuk bisa berpikir, dibutuhkan “kualitas intefektual” yang memadai, agar dapat memahami permasalahan. Sedangkan dalam pelaksanaan pengamalan visinya diperlukan pengalaman memimpin yang teruji. Tanpa itu seorang pemimpin hanya akan menjadi sumber permasalahan di negerinya sendiri. Menghadapi masalah bangsa yang sangat kompleks terutama upaya untuk membawa bangsa Indonesia keluar dari krisis multi dimensional dan sekaligus dapat memenuhi keinginan dan harapan rakyat, benar-benar dibutuhkan pemimpin bangsa yang cerdas, kuat, visioner dan demokratis.
Persyaratan lainnya, pemimpin tersebut memiliki cukup pengalaman untuk dapat memahami secara mendalam permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini, tahu dengan pasti apa yang diharapkan rakyatnya, dan selanjutnya mampu merumuskan berbagai cara untuk memecahkan masalah kebangsaan kita. Selanjutnya dia juga harus dapat memobiiisasi seluruh potensi bangsanya untuk melaksanakan berbagai rencana yang ditawarkannya itu.
Pertanyaan adalah, dari mana kita mendapatkan pemimpin seperti itu ?
Para hadirin sekalian,
Di tengah krisis kepemimpinan nasional seperti itulah perguruan tinggi memiliki peranan yang sangat strategis dalam menyediakan sumber daya kepemimpinan nasional yang baik dan berkualitas.
Sepanjang sejarah kebangsaan kita, perguruan tinggi terbukti telah menjadi tempat penyemaian tunas-tunas kepemimpinan nasional. Sejarah mencatat, bahwa kebangkitan nasional dimulai dari Sekolah Kedokteran Jawa atau STOVIA tempat para mahasiswa kedokteran yang cerdas dan progrestf membentuk perkumpuian Boedi Oetomo pada tahun 1908, Sejarah pun mencatat, bahwa gagasan tentang kemerdekaan Indonesia lahir dari kalangan para mahasiswa Indonesia di Belanda yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia, utamanya melalui pledoi yang legendaris dari Mohammad Hatta yang berjudul “Indonesia Merdeka”.
Kemudian, sejarah pun mencatat, bahwa gagasan nasionalisme Indonesia yang mampu menggelorakan tuntutan kemerdekaan rakyat muncul dari keoemerlangan mahasiswa teknik yang bernama Soekarno. Kita pun tidak boleh melupakan, bahwa Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, yakni Ir. Soekarno dan Drs. Muhammad Hatta adalah para alumni perguruan tinggi yang memiliki wawasan dan intelektualitas tinggi.
Bapak, ibu, dan para hadirin yang berbahagia,
Kesemua itu menunjukkan, bahwa sejak lama perguruan tinggi telah menjadi tempat persemaian tunas para pemimpin bangsa yang berkualitas. Perguruan tinggi mampu melahirkan para pemimpin karena iklim akademis yang berkembang di dalamnya telah membentuk sikap krltis, kemandirian, serta selalu berorientasi pada perubahan dan kemajuan.
Mengingat strategisnya peranan perguruan tinggi dalam melahirkan para pemimpin bangsa, maka sudah saatnya kita secara lebih terencana, terukur, dan sistematts membangun perguruan tinggi sebagai tempat penyemaian kader-kader kepemimpinan bangsa. Hal ini tidak berarti kita mengubah orientasi perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan, penelitlan, dan pengabdian masyarakat menjadi lembaga yang bersifat politis.
Yang harus kita lakukan adalah berupaya mengembangkan iklim di lingkungan perguruan tinggi yang menyuburkan jiwa kepemimpinan yang sarat dengan kualitas yang melekat pada perguruan tinggi, yakni kualitas keilmuan dan profesionalisme. Dalam perkataan lain kepemimpinan bangsa yang dihasilkan oleh perguruan tinggi adalah kepemimpinan yang berkualitas keilmuan dan profesional {scientific and professional leadership).
Perguruan tinggi memiliki segala hat dibutuhkan untuk melahirkan kualitas kepemimpinan tersebut karena di dunia perguruan tinggilah mahasiswa dididik untuk menguasai ilmu paigetahuan dan teknologi, Disertai dengan penumbuhan jiwa kebangsaan yang kuat, maka akan dihasilkan kepemimpinan bangsa yang berkualitas keilmuan dan profesional. Kualitas kepemimpinan seperti itu akan membedakannya dengan kualitas kepemimpinan yang mengandalkan karisma, keturunan, atau hubungan patron-klien. Kepemimpinan yang berkualitas keilmuan dan profesional akan melahirkan kepemimpinan yang mampu mengidentifikasi masalah secara tepat, menemukan pemecahan yang tepat atas masalah tersebut, dan melakukan pemecahan atas masalah tersebut secara benar dan arif.
Selain   itu   kualitas   kepemimpinan   tersebut   akan mendekati segala persoalan secara rasional, mandiri (independen) serta senantiasa berorientasi pada perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diperlukan oleh bangsa ini dalam menghadapi persaingan global yang dahsyat dewasa ini.
Secara politis, kualitas kelimuan dan profestonal itu adalah syarat yang diperlukan dan berimplikasi pada terwujudnya negara kebangsaan yang demokratis.
Para hadirin semua,
Krisis yang telah menyebabkan merosotnya kehidupan rakyat dengan semakin meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, kriminalitas, korupsi, penyalahgunaan narkoba, konflik dan kekerasan serta ancaman disintegrasi bangsa tidak dapat   dipecahkan   hanya   dengan   mengandalkan retorika kosong, kibaran bendera, kebesaran nama, mistisisme atau romantisme masa lalu.
Tetapi, semua itu hanya dapat dipecahkan dengan menggunakan pendekatan yang berciri keilmuan dan profesional serta tanggung jawab kebangsaan yang besar. Untuk itulah diperlukan kepemimpinan bangsa yang dilahirkan dari perguruan tinggi, karena hanya dari perguruan tinggilah diharapkan dapat melahirkan kepemimpinan yang memiliki kualitas seperti yang dibutuhkan itu. Hanya kepemimpinan seperti itu pulalah yang dapat mendorong terbentuknya pemerintahan yang baik {good governance) yang menjadi ciri utama dalam suatu negara demokrasi.
Menghadapi persaingan global yang hebat dewasa ini kita sangat membutuhkan para pemimpin kelas satu yang dapat bersaing di tingkat global. Karena itulah bukan saatnya lagi bagi kita untuk bereksperimen dengan pemimpin yang berkualitas coba-coba. Kita tengah menghadapi masalah bangsa yang serius dan membahayakan eksistensi bangsa, karenanya kita membutuhkan pemimpin yang benar-benar memiliki kemampuan menangani masalah bangsa agar segera kembali tampil sebagai bangsa yang maju dan sejahtera serta bermartabat di tengah pergaulan internasional.
Ibu Rektor, para Guru Besar, para wisudawan dan wisudawati, serta hadirin yang berbahagia,
Demikianlah orasi ilmiah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini. Harapan saya semoga uraian yang saya sampaikan ini dapat memberikan sumbangan pemikiran pada ilmu pengetahuan dan perkembangan kehidupan bangsa umumnya. Bagl para wisudawan dan wisudawati semoga uraian saya ini mampu memberikan dorongan untuk berkembang lebih maju lagi agar dapat tampil sebagai pemimpin dalam bidang ilmu dan profesi masing-masing.
Tak lupa saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan satu tahap dalam perjalanan hidup yang sangat berharga Ini. Semoga dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di kampus yang megah ini akan memberikan manfaat pada karir saudara, pada keluarga, mayarakat, dan bangsa.
Akhirnya, sayapun mengucapkan selamat kepada Universttas Indonusa Esa Unggul yang merayakan Dies Natalis ke-10 dengan harapan dan doa agar dalam usianya tersebut semakin berkembang dan maju menjadi salah satu universitas nasional yang bertaraf internasional dengan hasil-hasil penelitian yang sangat baik serta lulusan-lulusan berkualitas tinggi yang mampu bersaing di era global.

 


-- Download Peranan Perguruan Tinggi Dalam Menghasilkan Pemimpin Bangsa - Orasi Ilmiah H. Wiranto, SH, SIP as PDF --


Share
  • Comments
  • Trackbacks
Leave a Reply

2017 © Universitas Esa Unggul